Rabu, 10 November 2010

Jangkrik85 in Bali

Jangkrik85 Bali merupakan salah satu pabrik souvenir dari Bali. Konsep pemasaran Kaos Jangkrik85 selain menjual bermacam-macam souvenir juga memberikan atraksi berupa proses produksi bermacam-macam sovenir di pabrik yang terletak belakang outlet secara gratis.
Jangkrik85 Bali adalah pabrik kaos kartun dan karikatur yang mengambil tema tentang Bali (tempat-tempat wisata, budaya Bali, tokoh-tokoh, peristiwa-peristiwa editorial yang sedang hangat terjadi.  Diharapkan melalui kaos Jangkrik85 Bali, para wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Bali akan bisa memahami budaya dan keindahan Bali.


Desain dan gambar yang ditampilan memiliki pesan budaya, keunikan, dan yang pasti menciptakan suasana yang lucu dan menghibur dalam goresan kartun dan karikatur khas Bali. Produk yang dibuat dikemas dalam konsep oleh-oleh khas Bali berupa t-shirt dan merchandise (topi, tas, celana pantai, pin, sarung tangan, jaket, sandal, dll) yang semua berciri khas desain kartun dan karikatur.
Latar belakang dibangunkan pabrik kaos Jangkrik85 Bali ketika terjadi Tragedi Bom Bali 12 Oktober 2002 menggelitik hati nurani dan talenta seorang figur guru Seni Rupa yang sudah dua belas tahun terlena dalam asyiknya menekuni dunia bisnis Supplier Hotel. Komitmen back to basic akhirnya bulat dikumandangkan. Awalnya merangkul beberapa teman Kartunis dan Desainer Grafis, kemudian dalam proses akhirnya menjadikan semakin bulat berkarya dalam Desain Kartun dan Karikatur Budaya Bali.


Terhitung sejak awal tahun 2003, berawal dari mengisi outlet di tempat-tempat wisata di Bali (Tanah Lot, Alas Kedaton, Kuta, Nusa Dua, Ubud, Art Center, Pusat Jajanan di Celuk – Bali) sampai akhirnya membeli outlet sendiri di Istana Kuta Galeri BW 2/03, BW 2/9-10 Central Parking Kuta dan Outlet & Gallery Jangkrik85 Bali di Jalan Sunset Road, Kuta – Bali.
Dengan desain kaos berbasis kartun, Jangkrik85 Bali berinisiatif dan telah mendirikan Museum Karikatur Indonesia Bali. Museum ini merupakan Museum Kartun pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Dipajang beberapa hasil karya master kartunis Indonesia seperti GM Sudarta, Pramono, Priyanto, dan lain-lain. Beberapa karya master kartunis telah diaplikasikan pada desain kaos dan merchandise yang ekslusif dan limited edition. Kualitas produk cukup bagus dan harga cukup terjangkau.


Saya cukup puas mengunjungi otlet ini karena koleksinya cukup lengkap dengan beberapa jenis ukuran. Harga yang ditawarkan cukup murah dibandingkan dengan Joger. Pembeli tidak perlu takut akan kehabisan produk karena stok melimpah dan selalu diproduksi ketika jumlah produk souvenir menipis.
Sangat cocok digunakan sebagai alternatif tempat membeli oleh-oleh berupa pakaian

makanan jangkrik

hewan bernama jangkrik (gryllus sp) lebih banyak beken sebagai salah satu bahan pakan ayam atau burung. Lebih dari itu, jangkrik sering dipelihara anak-anak ataupun di rumah-rumah sebagai hewan aduan ataupun sebagai pengusir tikus.

jangkrik1Namun, banyak penelitian menyebutkan bahwa kandungan gizi dalam daging jangkrik ternyata bermanfaat bagi manusia. Kandungan proteinnya tiga kali lipat kandungan daging ayam, sapi dan udang.

Jangkrik juga mengandung protein omega 3, omega 6 dan omega 9 yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Selain itu, konsumsi jangkrik dipercaya dapat menambah stamina tubuh, menambah gairah seksual, serta mampu menunda menopause bagi wanita.

Tak heran jika jangkrik kemudian marak dibudidayakan. Apalagi pada tahun 1998 ketika budidaya jangkrik dan cacing sedang booming. Saat ini, sebagian besar hasil budidaya jangkrik untuk pasokan pakan ternak.

Namun, di tangan Sri Rahayu, pemilik Sri Gryllus/Latansa, jangkrik diolah menjadi peluang usaha baru yang patut dilirik. Yaitu sebagai makanan siap saji. Seperti peyek, rendang, balado, biskuit dan srundeng.

Semua makanan ini sudah mendapat sertifikat dari dinas kesehatan dan dari MUI setempat. sehingga halal dan aman dimakan. "Tapi hati, hati, yang alergi udang tidak bisa makan ini," tutur Sri.

Dari hasil jualan jangriknya ini, nenek berusia 66 tahun ini bisa mendapat penghasilan antara Rp 7 juta sampai Rp 8 juta per bulannya. Padahal wilayah pasar utamanya masih sekitar Riau saja.

Menurut Sri, tahun 1998 silam dirinya tertarik membudidayakan jangkrik. "Gara-garanya, di Jogja waktu itu sedang marak budidaya jangkrik. Lalu saya tertarik mempelajari dari buku," ujarnya.

Tanpa pikir panjang, Sri lantas membeli 300 ekor jangkrik betina dan 100 ekor jangkrik jantan. Harganya waktu itu Rp 25 per ekor. "Budidaya jangkrik sangat mudah dan tidak makan tempat. Cukup sediakan kotak-kotak khusus saja," ujar Sri enteng. Sri sendiri saat ini tinggal memiliki 30 kotak jangkrik berisi masing-masing 4000 ekor jangkrik.

Kemudian, tahun 2000 Sri mulai panen jutaan ekor jangkrik. Sayang, waktu itu harga jangkrik sedang turun. Bingung harus berbuat apa, Sri lantas menggoreng jangkrik-jangkrik tersebut dan dibagikannya ke teman-temannya. "Rata-rata suka dan bilang enak. Dari situ saya berfikir bahwa ada peluang usaha di jangkrik ini," ujarnya.

Sejak itu, Sri terkenal sebagai pengusaha kapsul jangkrik. Kapsul tersebut dijual seharga Rp 100.000 per botol dengan isi 50 butir kasul. Beratnya 500 miligram. "Dalam sebulan, saya bisa memenuhi pesanan kapsul sebanyak 20 kilo kapsul," ujarnya senang.

Nah, tahun 2008 silam, Sri kembali emlakukan kreasi dengan membuat peyek jangkrik. Tak disangka, peminatnya membeludak. Dalam sebulan, Sri bisa menghasilkan 15 kilo peyek yang dijual seharga Rp 60.000 per kilo. Peyek jangkrik ini bisa tahan sampai 20 hari.

Sementara bahan jangkriknya hanya butuh 5 kilo saja. "Kalau sedang kekurangan jangkrik, saya ambil dari jangkrik pembudidaya lain seharga Rp 45.000 per kilo. Tapi jarang," ujarnya.

Setelah sukses dengan peyek jangkrik, Sri lantas berinovasi membuat rendang jangkrik. "Kebetulan di Riau banyak orang Minang. Mereka kan suka rendang," kilahnya.

Dalam sebulan, Sri bisa membuat 12 kilo rendang dari bahan 10 kilo jangkrik. Harga jualnya Rp 80.000 per kilo. Makanan ini bisa tahan sampai tiga bulan.

Lantas, muncul pula balado jangkrik. Untuk makanan jenis ini, jangkrik dan sambal (balado) digoreng terpisah. Lalu setelah itu, dicampurkan. "Untuk balado ini belum banyak peminatnya. Saya hanya buat 8 kilo sebulan. Harganya Rp 80.000 per kilo," lanjut Sri. Balado ini tahan selama sebulan.

Ada juga biskuit jangkrik. Bahan-bahannya dari kelapa, jahe dan jangkrik yang digiling halus dan ditambahkan telor serta mentega. Setelah jadi adonan, dicetak. "Warna biskuitnya hitam seperti Oreo. Jadi banyak yang suka," kekeh Sri.

Dalam sebulan, Sri bisa memproduksi 20 kilo biskuit dengan bahan jangkrik sebanyak 10 kilo. Harganya Rp 60.000 per kilo.
Tak hanya itu, Sri juga membuat serundeng jangkrik. Dalam sebulan, Sri bisa membuat lima kilo serundeng jangkrik seharga Rp 30.000 per kilo. "Bahan jangkriknya sedikit karena hanya untuk suwiran saja," ujarnya.

Lantaran unik, produk Sri sering mendapat kesempatan pameran ke luar negeri sebagai produk unggulan Provisni Riau. Misalkan saja ke Korea Selatan, Taiwan dan Singapura. "Sampai saat ini, mungkin baru saya pemain olahan makanan jangkrik ini," pungkasnya.

Judi Jangkrik

BANGKALAN, JCDnews - Jajaran reserse kriminal Polres Bangkalan, Jumat, menggerebek arena judi jangkrik di tepi sungai Desa Aeng Taber, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Petugas berhasil menangkap dua tersangka judi jangkrik masing-masing Musawwir (46) dan Zahri (22) warga Jalan Pertempuran, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Kota Bangkalan.

Selain itu, petugas juga menyita uang tunai sebesar Rp304 ribu dan lima ekor jangkrik untuk dijadikan barang bukti (BB). Kini, kedua tersangka meringkuk dibalik jeruji besi mapolres Bangkalan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasinya, penggerebekan itu berawal informasi dari masyarakat. Tempat kejadian perkara (TKP) kerap kali dijadikan arena judi jangkrik memasuki bulan Ramadhan.

Mendapat kabar tersebut, petugas langsung terjun ke lokasi dan melakukan penggerebekan. Mengetahui ada petugas datang, para penjudi langsung semburat untuk menyelamatkan diri.

Hasilnya, dua tersangka judi jangkrik diringkus. Selanjutnya kedua tersangka digelandang ke Mapolres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan secara intensif. Sementara bandar judinya berinisial MW berhasil kabur.

Kanit Pidum Polres Bangkalan, Ipda Hery K SH, mengatakan, pihaknya akan menjerat kedua tersangka dengan Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

"Kami juga masih memburu bandar judi jangkrik karena saat penggerebekan berhasil meloloskan diri," kata Hery menjelaskan.

Para penjudi adu jangkrik ini beralasan, mereka melakukan permainan itu karena sedang mengisi waktu luang, sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Tapi polisi tidak mau menerima begitu saja alasan para penjudi jangkrik tersebut sehingga kedua pelaku yang tertangkap itu tetap ditahan di Mapolres Bangkalan.

"Boleh saja mereka berdalih sedang `ngabuburit` tapi kami akan tetap memproses secara hukum," kata Kanit Pidum Polres Ipda Hery menegaskan

Komputer Jangkrik

Anak muda di Jawa, khususnya Jawa Timur, kalau bercanda suka bilang; “Jangkrik kowe”. Ini istilah mereka yang artinya kira-kira sama dengan “Sialan Loe” dengan nada bercanda. Mungkin untuk ditujukan pada seseorang yang pandai, licik, berani dan sedikit nakal.
Tetapi istilah komputer jangkrik, nah ini istilah apa lagi? Kenapa komputer bisa digabung dengan kata jangkrik? Padahal jangkrik adalah nama binatang sejenis serangga. Biasa diternak baik untuk bahan kosmetik atau juga untuk makanan binatang, terutama ikan hias dan burung. Dalam bahasa Inggris, jangkrik  diterjemahkan sebagai cricket.
Menurut Wikipedia, jangkrik, familia Gryllidae, adalah serangga yang berkerabat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh jangkrik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara jangkrik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Ada sekitar 900 spesies jangkrik. Di kalangan anak-anak Jangkrik biasa digunakan untuk permainan adu jangkrik untuk melihat kehebatan masing-masing jangkrik peliharaannya. Ternyata di kalangan orang dewasa ada juga yang menjadikannya sebagai permainan judi.
Waktu komputer (Desktop Computer) mulai booming di Indonesia sekitar tahun 80-90 an, harganya amat sangat mahal. Orang hanya mengenal beberapa merek terkenal seperti IBM, Hewlett Packard (HP) dan Dell Computer. Tampilannya canggih dan sudah menggunakan prosesor Pentium dan layar monitor berwarna. Banyak perusahaan besar yang menggunakannya. Karena proses untuk mengoperasikannya sangat mudah dan cepat. Sedangkan perusahaan kecil/menengah belum mampu untuk membelinya. Banyak yang masih menggunakan komputer model lama atau bekas dengan prosesor yang belum canggih. Bahkan ada yang masih menggunakan dengan sistim DOS dan layar B/W alias hitam-putih.
Sejalan berkembangnya bisnis di Indonesia, kebutuhan akan komputer dan fasilitas internet juga makin marak. Kebetulan pula merek-merek komputer keluaran Amerika dan Eropa ternyata “tidak cocok” dengan kinerja di Indonesia. Dimana sering digunakan untuk waktu yang lama atau dalam ruangan yang kurang pendinginan AC (Air Conditioner) yang cukup, atau ada yang menggunakannya sambil merokok. Akibatnya banyak yang rusak dan perlu perbaikan sesegera mungkin. Inilah awal dimulainya era komputer jangkrik.
Ternyata komputer mahal tidak compatible dengan komponen komputer yang ada di Indonesia. Selain komputer ini “dilindungi” dengan sistim pengoperasian yang rumit serta menuntut komponen asli, untuk membongkarnya juga tidak mudah. Persis seperti mobil keluaran Amerika dan Eropa yang kalah bersaing dengan ‘kegilaan’ mobil-mobil Jepang dan Korea. Selain itu piranti lunak (software) yang digunakan juga harus asli. Mulailah orang membicarakan ‘keburukan’ produk-produk negara barat.
Sekelompok Cina muda di daerah Glodok-Kota (China Town Jakarta) melihat adanya peluang bisnis. Mulailah mereka mengutak-atik komputer bekas/rusak dan mengisinya dengan komponen dari mana saja. Ada Jepang, China, Taiwan bahkan merek yang tidak dikenal sama sekali oleh kalangan pengguna komputer. Kalau Anda memasuki toko mereka pada waktu itu, bisa melihat setumpukan komputer yang tampaknya sudah rongsokan. Tapi jangan main-main, dari benda-benda jelek itu mereka bisa mengeluarkan ‘isi perutnya’ yang mungkin berguna bagi komputer Anda yang sedang rusak. Halah..!
Sejak itu mulailah dikenal istilah komputer jangkrik. Mungkin karena jangkrik  suka saling membunuh, istilah ini digunakan seolah untuk ‘membunuh’ komponen lama diganti dengan komponen baru. Akhirnya sebuah komputer hanya mereknya saja IBM atau HP, tetapi isinya sudah segala macam merek. IC-nya dari Taiwan, Hard Disk Jepang atau Cina bahkan prosesor di dalamnya sudah menggunakan Pentium yang sama canggihnya dengan komputer mahal.
Ada lagi bisnis yang ikut ‘tumbuh’ dengan maraknya permintaan komputer jangkrik, yaitu munculnya para peretas (hackers). Mereka inilah yang berhasil membongkar piranti lunak asli menjadi “Asli Bajakan”. Setiap Microsoft meluncurkan Windows terbaru, maka besok paginya di Glodok Anda juga sudah bisa menggunakannya dengan harga yang sangat murah. Beres..!!  Bahkan ada lawakan sinis yang mengatakan bahwa setiap ada produk komputer baru di Amerika, maka sore harinya sudah ada di Taiwan dan besoknya ada di Glodok-Jakarta. Asli Bajakan.!
Membanjirnya pertumbuhan Warnet (Warung Internet) semakin membuat komputer jangkrik makin dicari orang. Harganya murah, karena tidak ada jaminan bagus atau tidaknya. Kalau baru saja dipakai beberapa minggu sudah rusak, tidak perlu marah-marah, cukup bawa ke Glodok dan para Cina muda yang piawai itu dengan tersenyum cuma bilang; “Gampaaaaang bos, kita ganti aja. Gratissssss…!!!” maka esok harinya tanpa disadari Anda akan menjadi “salesman” mereka. “Kalau mau komputer murah dan canggih kesono aja, pasti sip..!!” begitulah kira-kira yang sering saya katakan pada teman dan relasi.
Salahkah tindakan para Cina muda dari Glodok ini? Saya tidak tahu. Tapi satu hal yang saya tahu, mereka juga belajar dari komputer mahal itu ketika mereka mencoba untuk membongkarnya. Mungkin di dalamnya ada produk Jepang atau Korea.
Alkisah, Ibu saya sangat bangga dengan televisi Panasonic-nya yang tipe 31 inchi. Dibeli langsung dari Singapore oleh kakak saya. Jelas waktu dia membelinya di agen tunggal Panasonic. Ternyata waktu rusak, komponen di dalamnya ada merek-merek Toshiba, Sony dan kawan-kawannya. Mungkin juga ada merek Phillips atau komponen Eropa lainnya… Ternyata televisi jangkrik juga ada yaa..?
Holden Gemini, salah satu produk Australia yang populer karena kuat, gesit dan cepat. Padahal bermesin Diesel yang dikenal tidak punya akselerasi cepat. Sempat menjadi taksi yang amat laku di Indonesia. Ternyata mesinnya Isuzu yang buatan Jepang. Jangan tanya bagaimana dengan Porche Cayenne…? Jangan-jangan mesinnya juga sama dengan VW Touareg atau Mazda Tribute. Sebab model dan kapasitas mesinnya hampir sama. Apakah ini masuk kategori mobil jangkrik? Tau ah…
Waktu ‘pendekar’ Microsoft – Mr. Bill Gates datang ke Indonesia, setelah kepulangannya terjadi kehebohan besar di Indonesia, khususnya Jakarta tentunya. Warnet ‘diserbu’ aparat Kepolisian dilengkapi dengan aparat lain yang jago komputer maupun masalah hukum. Tujuannya..? mencari komputer jangkrik….!! Rupanya orang-orang Microsoft Indonesia mulai sadar, bahwa banyak sekali pengguna  komputer jangkrik ini. Mungkin pak Bill Gates ini marah-marah sama karyawannya.
Tidak kalah hebohnya para aparat ini juga ikut ‘mengobrak-abrik’ Mall dan Cafe tempat berkumpulnya orang muda menggunakan laptop sambil minum kopi. Bahkan terhadap mahasiswa dan anak sekolah, mereka berani mensita laptop maupun komputer yang tidak dilengkapi dengan piranti lunak asli. Kasihan sekali orang-orang yang tidak tahu hukum sudah kehilangan barang berharga. Terus sekarang bagaimana nasibnya dengan laptop dan komputer itu? Apakah ada proses pengadilan yang dijalankan? Tanyakan pada yang berwajib. Sebab aksi heboh ini setelah disebar-luaskan lewat e-mail dan facebook, ternyata mereka tidak punya hak untuk mensita. Mereka harus membuat surat peringatan dulu. Bila suatu saat tertangkap kembali dan masih menggunakan barang Asli Bajakan, barulah diambil tindakan hukum. Bukan terus ambil dan bawa pulang seenaknya. Pasti mereka mendadak jadi juragan laptop tanpa modal. Kurang ajar..!!!
Kalau ingin komputer canggih dan murah, datanglah ke Glodok. Minta dibuatkan komputer jangkrik. Anda bisa ber-facebook sambil mendengarkan musik atau menikmati film DVD dengan surround sound.  Polisi? Jangan takut, toko mereka di Glodok resmi memiliki ijin usaha. Barang-barang mereka juga resmi ada dokumen pembeliannya. Kalaupun komponen itu mereka hand carry alias bawa sendiri dari luar negri, pasti sudah ditangkap Bea Cukai karena tidak melalui prosedur eksport-import. Indonesia ‘kan negara hukum.
Kalau ada yang berani tanya-tanya soal laptop saya, paling-paling saya bilang; “Jangkrik…..!!! kamu pikir saya maling…!!!?”.

aku dan jangkrik

aku dan jangkrik bersua di taman
jangkrik , jangkrik
jangkrik , jangkrik

kami berjanji meneruskan
hubungan dalam hati
tanpa siapapun yang tahu

jangkrik , jangkrik
jangkrik , jangkrik

aku dan jangkrik bersua bersama
ketika malam bulan bersinar terang .